Rahasia Zidane kapan terbuka?
Kapanlagi.com - Zinedine Zinade (34) pasti "memendam rahasia" yang hanya ia sendiri dan bek tengah Italia Marco Materazzi yang mengetahuinya.
Mengapa Zidane tidak bersedia memberikan komentar atau menyebutkan apa yang dikatakan Marco Materazzi kepadanya, sehingga ia menanduk dada pemain Italia itu dengan tanpa ada bola di dekat mereka?
Dalam berbagai pertandingan, berapa kali Zidane dikasari di lapangan, atau diganjal dari belakang atau samping, tetapi ia tetap sabar tidak membalas.
Perlakuan kekerasan fisik kepadanya tidak diindahkannya, tetapi perkataan yang keluar dari mulut Materazzi membuatnya tersentak, berang, membalikkan badannya dan membenturkan kepalanya ke bagian dada lawannya dalam pertandingan menit ke-119 masa perpanjangan waktu kedua melawan Italia di Stadion Olympia, Senin dinihari (10/7-2006).
Beberapa saat sebelum Zidane menanduk lawannya, mereka terlibat dalam pembicaraan serius. Materazzi pasti mengeluarkan kalimat yang amat menyinggung perasaan Zidane, karena ia kembali berbalik arah menghadap lawannya, setelah sebelumnya meninggalkannya.
Walaupun kedua pemain itu belum mengeluarkan pernyataan mengenai percekcokan mereka, Fantastico, satu acara di Globo, menggunakan sejumlah ahli pembaca-bibir yang menyatakan tayangan insiden itu menunjukkan bahwa pemain Italia tersebut dua kali menghina saudara perempuannya, dengan mengatakan "pelacur".
Program tersebut mengklaim Materazzi mengeluarkan komentar serupa dua kali sebelum kemudian menggunakan satu "kata yang kasar" terhadap Zidane.
"Ia memberitahu saya, Materazzi mengatakan sesuatu yang sangat serius kepadanya tetapi ia tidak memberitahu saya apa yang dikatakannya itu," ujar Migliaccio dalam program itu.
Zidane belum mengeluarkan pernyataan apa pun mengenai insiden itu tetapi ada laporan menyebutkan Materazzi telah mengatakan "teroris" atau menyatakan ia tidak berhak bermain untuk Perancis — kedua penghinaan itu didasarkan atas leluhur Zidane yang berasal dari Aljazair, namun Zidane sendiri kelahiran Perancis.
Materazzi membantah bahwa ia memanggil Zidane seorang teroris, dengan menyatakan: "Itu sama sekali tidak benar, saya tidak menyebutnya teroris. Saya memang bodoh, saya bahkan tidak mengetahui apa artinya itu."
"Menurut beberapa sumber yang mengetahui dari dunia sepakbola, tampaknya pemain Italia Marco Materazzi menyebut Zinedine Zidane seorang teroris kotor," demikian pernyataan SOS Racism.
Tetap Sebagai Ikon
Berbagai komentar muncul di media massa, ada yang menjatuhkan Zidane dan ada pula yang tetap menghormati dan menghargainya, apalagi ia tetap terpilih sebagai pemain terbaik dan mendapatkan Golden Ball hasil pilihan wartawan peliput Piala Dunia.
Presiden Perancis Jacques Chirac yang berada di Berlin menonton pertandingan, mengatakan Zidane tetap sebagai ikon seorang pemain sepakbola paling terkemuka kendati ia sudah menyatakan akan menguundurkan diri dari kancah permainan rumut hijau itu.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi sehingga ia mendapat hukuman itu. Saya tetap memberikan penghargaan kepada atas kontribusi amat indah yang telah diberikan Zizou kepada olahraga. Ia manusia hebat yang sulit dicari duanya. Ia symbol olahragawan Perancis yang amat bersahaja," kata Chirac.
Tokoh nomor satu penyelenggara turnamen Piala Dunia FIFA 2006, Franz Beckenbauer, pun amat memuja Zizou, panggilan Zidane, yang namanya dikenal jutaan orang dari tua hingga kanak-kanak di berbagai pelosok dunia.
Sang Kaisar Beckenbauer menyatakan ia amat mengetahui sifat dan karakter Zidane dan ia yakin pemain sepakbola kelahiran Aljazair itu terkena provokasi.
"Tidak mungkin ia melakukan itu bila tidak ada sesuatu yang luar biasa. Zidane adalah pribadi yang bersahaja dan tenang," kata Beckenbauer.
Pelatih tim nasional Perancis Raymond Domenech sendiri tidak mengetahui apa yang terjadi pada anak asuhnya itu, namun ia menyatakan simpati dan mendukung Zidane.
Ia malah menilai media Perancis tidak adil menghujat pemain handal yang mencetak gol pertama pada pertandingan final melawan Italia itu.
"Ada saatnya seseorang itu melakukan kekelirian dalam hidupnya. Saya tidak memvonis Zidane, saya memahaminya kendati menyesalkannya," kata Domenech.
Siaran ulang televisi menunjukkan Zizou dan Materazzi sama-sama tersenyum setelah sempat berseteru di dekat area penalti, namun tiba-tiba Zidane kelihatan berbalik dan menanduk lawannya. Media Perancis berspekulasi Materazzi kemungkinan mengatakan sesuatu yang buruk tentang dia atau ibunya atau saudaranya.
Sensitif Zizou
Zinadine Zidane atau Zinadine Yazid Zidane atau Zin ad-Din Zidan lahir di Marseille 23 Juni 1972. Ejaan nama pertamanya berarti "hiasan kepercayaan" dan kata kedua namanya "tumbuhnya kepercayaan".
Ayah Zidane adalah keturunan Afrika Utara bernama Kabyles, seorang Muslim non-Arab dari semenanjung Aljazair. Mereka bermigrasi ke Perancis pada 1960 dan tinggal di kawasan yang didominasi penduduk keturunan Arab di pinggir kota Marseille.
Tapi generasi kedua dari kaum migran itu lebih suka disebut orang Perancis dan ia tumbuh dengan nama panggilan Yazid dan pelatihnya Roland Curbis di Bordeaux memanggilnya Yaz pada 1990-an.
Lama-kelamaan ia dipanggil dengan nama Zizou sehingga terasa lebih Perancis. Ia menyebut dirinya Muslim tetapi tidak menjalankan rukun Islam. Ia tidak suka politik.
Namun karena politik rasial menjadi debat nasional di Perancis dalam beberapa tahun, Zidane terpanggil ikut dalam panggung politik. Ia lebih cinta pada Perancis liberal ketika ia berbicara tentang rasialisme Partai Fron Nasional Jean-Marie Le Pen ketika terjadi perdebatan menuju kursi kepresidenan pada 2002.
Tetapi ketika itu bisa saja alasan Zidane membicarakan partai itu karena ia merasa dihujat secara pribadi oleh Le Pen, yang menggambarkannya sebagai "putera Aljazair Perancis". Ini dirasa menyerang karena ucapan itu menggambarkan dia bukan Perancis dan juga bukan Aljazair.
"Pikirkan..dan saya selalu menekankan," kata Zidane ketika itu, "Tentang konsekuesni memilih partai yang tidak selalu berkaitan dengan nilai Perancis."
Perancis Liberal suka menggunakan kebesaran popularitas Zidane sebagai simbol bahwa negara menjadi terbuka dan semakin cerah terhadap kaum minoritas. Zidane amat setuju dengan faham itu dan layaknya sebagai generasi kedua, kalangan Muslim Perancis pun amat setuju dengan keterbukaan terhadapan kaum minoritas.
Filosofi Perancis tentang imigran selalu berintegrasi dengan negara ketimbang bersifat multikultural, artinya semua yang datang ke Perancis harus bertindak seperti orang Perancis, tidak lagi bergantung kepada nilai asli leluhur di negara mereka.
Hal ini diperagakan Pemerintah Perancis dengan melarang wanita muslim mengenakan cadar atau jilbab di sekolah-sekolah dan tempat bekerja mereka. Dalam hal ini, Zidane sebagai Muslim dari Afrika Utara, yang tumbuh di Perancis sebagai personifikasi gaya Gallic, dianggap sebagai poster seorang pemuda Perancis yang terintegrasi dalam bentuk model.
Ada juga yang menganggap Zidane sebagai Paman Tom. Kebaikan Perancis terhadap Aljazair di Paris dua tahun lalu terbalik menjadi mimpi buruk bagi Zidane, ketika elemen dukungan Aljazair berbalik dengan adanya ucapan dan tulisan yang berbunyi Zidane-Harki.
Harki adalah Muslim Aljazair yang bertempur membela Perancis dalam masa perang 1954-62 dan dianggap para nasionalis Aljazair sebagai pengkhianat rendahan.
Implikasi ini menunjukkan bahwa ayah Zidane adalah seorang Harki, yang sudah mengkhianati agamanya, karena berkelahi melawan banganya sendiri, bertempur melawan saudaranya sendiri, kemudian melahirkan diri dan hidup di tengah orang yang didukungnya.
Pernah pertandingan terganggu karena terjadi kekacauan karena penonton Aljazair berteriak dari tepi bahkan masuk ke lapangan dengan mengucapkan slogan tentang Osama bin Laden.
Menanggapi hal ini Zidane mengatakan, "Saya katakan hari ini dan untuk selamanya, ayah saya bukan seorang Harki. Ayah saya seorang Aljazair, dia bangga dengan itu dan saya bangga dengan ayah saya. Saya bangga dengan Aljazair. Yang paling penting ingin saya katakan, ayah saya tidak pernah bertempur dengan orang senegaranya."
Semua itu tampaknya lebih banyak "diucapkan" Zidane melalui sepakbola dan ia meneriakkannya melalui gol-gol yang diciptaknnya pada final Piala Dunia 1998 dan Liga Champion 2002 dan 2004 serta Piala Dunia 2006.
Penampilan dan gol-gol yang diciptakannya merupakan jawaban abadi tentang tidak benarnya tuduhan orang terhadap keluarganya.
Mengapa ia mengundurkan diri setelah usai Piala Dunia 2006?
Itu biasa bagi pemain yang sudah beranjak tua, seperti yang dilakukan para pemain lain yang bahkan lebih muda usianya dari Zidane. Jadi bukan karena masalah sakitnya secara fisik.
Harian olahraga Spanyol, Marca, pernah mempublikasikan Zidane menderita sakit keturunan yang secara bertahap menurunkan tingkat kebugaran fisiknya. Ini bukan masalah eksklusif, karena Zidane sendiri pernah mengakui ia menderita talasemia, penyakit keturunan yang mempengaruhi haemoglobin dalam darahnya, jenis penyakit yang biasa terdapat di Afrika Utara dan Italia.
Jenis penyakit ini akan membutuh si penderita dalam tempo tingkat pertama, tetapi hal ini tidak ada berpengaruh pada Zidane kecuali ia berkeringat banyak dalam pertandingan (dilaporkan ia minum lima liter air dalam sehari).
Pengunduran dirinya tidak ada kaitannya dengan usia dan kesehatan fisiknya. Pengunduran diri itu karena alasan pribadi.
Apa "rahasia" Zidane?
Apa sebenarnya "rahasia" Zidane sehingga ia begitu emosional mendengar apa yang dikatakan Materazzi?
Spekulasi menyebutkan, Materazzi tidak mungkin menghina ibu Zidane karena ibunya sendiri meninggal ketika ia berusia 14 tahun, terlebih pemain Italia itu mengatakan, "Saya sangat menghormati ibu saya."
Apakah ia menghina saudara perempuan Zidane? Apakah ia menjelekkan Zidane dari sisi rasial? Mengapa Zidane begitu emosional kalau hanya dikatakan "teroris"?
Kalau melihat sejarah "politis" Zidane bersama ayahnya masuk dan bermukim di Perancis, terlebih sosok ayah begitu kuat mempengaruhi kejiwaan Zidane, tampaknya ungkapan Materazzi berbau rasial yang membuat Zidane berbalik dan menanduknya.
Mungkin ada beberapa kata kasar, tetapi yang berbau rasial itu lah pemicu utama, karena tampaknya masalah itu yang amat sensitif pada kejiwaan Zidane.
Zidane berjanji akan membuka rahasia kata di tengah lapangan itu, jadi rahasia itu kita tunggu bersama saja. (*/cax)
- Uncategorized | Time: 9:01 am (UTC+8)
