June 13, 2006

Kumpulan NASEHAT

Tadi pagi sesampai di kantor, seorang temanku nanya " yuna aku pingin mengutip tulisan yang pernah kamu pajang di mejamu beberap tahun yang lalu?", aku baru menyadari kalau aku punya tulisan/nasehat yang sangat bagus yang aku dapat dari seorang teman …tapi karena dokumentasiku yang amburadul…aku lupa menyimpannya dimana…tapi aku ingat, emang tulisan tersebut sangat bagus…Nah mulai sekarang aku khan udah punya tempat curhat (" thanks blogsome"), jadi sekarang aku akan posting ke blogsomeku aze…..

Nich ada yang baru lho——–>

============================================================================

Bicara Internal Untuk Mengurangi Stress

Terjemahan bebas dari materi oleh:
Suzanne Zoglio, Ph.D.
Motivational Speaker

Zaman ini adalah zaman edan. Zaman yang penuh kegilaan. Zaman yang penuh
kejutan.
Tak terduga, menyentak jiwa, dan menyakitkan tentu saja. Zaman ini
adalah zaman di mana orang mengalami stress.
Mengalami tekanan jiwa yang tak pernah diduga sebelumnya. Tak
terbayangkan akan menimpa diri kita.
Dan biasanya kita akan bertanya "Kok Saya?"

Bagaimana memanfaatkan kemampuan dasar kita dalam berkomunikasi untuk
membantu keadaan ini?

Berbicara, tidak dilakukan dengan hanya membuka mulut dan bersuara.
Sebab, itu berbicara untuk didengar orang lain. Pernahkah kita
berbicara pada diri sendiri? Jika kita sudah jarang melakukannya,
maka latihlah lagi kemampuan dasar ini agar kita selamat dari prahara
dan anarki. Bicaralah pada diri sendiri. Inilah kekuatan dasar Anda
yang akan sangat menentukan kualitas eksternal Anda. Berkomunikasilah
secara internal.

Dan tentu saja, ini ada ilmu dan tekniknya. Ada tips dan triknya juga.

1. METODE JIKA

Coba lakukan ini suatu hari. Setidaknya hanya untuk hari itu saja.
Ubahlah "pernyataan pembatasan" Anda, menjadi "pernyataan strategi".

"Saya nggak bakal dapat promosi."

Ubah batasan itu menjadi:

"Saya bisa dapat promosi suatu hari, JIKA Saya bisa berprestasi dan
menonjol di suatu sisi."

2. METODE BERTANYA

Belajarlah untuk mengalihrupakan setiap keluhan (Anda dan orang di
sekitar Anda) menjadi suatu pertanyaan.
Keluhan adalah tanda kekalahan. Pertanyaan di sisi yang lain, adalah
tuntutan untuk suatu jawaban.
Dan jawaban itu, bermuara pada solusi.

"Setiap orang jelek sekali moodnya hari ini!"

Ubah kekalahan itu menjadi:

"Apa yang bisa Saya lakukan untuk menceriakan suasana?"

3. METODE BAHASA

Waspadai bahasa Anda. Seperti dua contoh di atas, bahasa dan bicara
adalah sesuatu yang teramat penting untuk dijaga. Bicara baik atau
diam. Mulutmu harimaumu. Dan sebagainya. Anda mungkin bisa mengatakan
ini:

"Dasar idiot! Kamu selalu saja melakukannya!"

Berhentilah seketika, saat Anda mulai melukai orang lain secara pribadi.

Ubah serangan itu menjadi:

"Ya sudahlah. Dalam situasi ini, kamu sudah mencoba sebisanya."

Jika Anda masih belum puas dan merasa masih ingin "membahasnya", lakukan
dengan cara yang sama.
Ganti setiap serangan dengan pertanyaan yang sehat dan permakluman.

4. METODE "MENGAPA TIDAK?"

Kondisi mood dan "cuaca" hati seringkali membuat kita menjadi malas.
Dan Anda, mulai merasa "harus" melakukan sesuatu. Ubahlah keharusan
itu menjadi keinginan. Menjadi pilihan dan keikhlasan. Jika Anda
mulai mempertimbangkan opsi dan pilihan, dari pada bereaksi mengikuti
bad mood, Anda akan mulai menemukan jalan.

Selalulah bertanya:

"Mengapa tidak?"
"Apa salahnya Saya melakukan itu?"
"Apa ruginya?"
"Emang bisa ngelukain Saya?"

5. METODE PENGUJIAN "YA!"

Jika Anda menemukan diri Anda berpikir:

"Saya sebenarnya nggak mau, tapi Saya benar-benar harus melakukannya."

Tolong pikirkan ulang sekali lagi, dan jangan jadikan "ya" sebagai
kebiasaan yang otomatis. Anda harus melakukannya dengan penh
kesadaran. Bertanyalah sekali lagi sebelum melangkah lebih lanjut:

"Apa permintaan itu memang tepat?"
"Apakah Saya memang orangnya?"
"Apakah Saya bisa menegosiasi deadlinenya?"

Jika Anda tetap bisa menjawab "ya", maka silahkan teruskan. Jika tidak,
tolak saja.

6. METODE "RENCANA 1 MENIT"

Ada saatnya di mana Anda merasa seperti pembalap F-1 di sirkuit.
Bedanya, hari itu Anda sedang memacu hidup Anda sendiri. Waspadalah,
sebab jika tidak, Andalah yang akan mematahkan batang leher sendiri.

Jika Anda merasa sedang berperilaku demikian, beri waktu sekitar 1
menit untuk menyusun rencana. Dalam 1 menit itu, inilah yang perlu Anda
lakukan:

- Tulis 10 hal yang harus Anda lakukan, capai atau selesaikan hari itu;
- Bagi dalam tiga blok besar sesuai dengan tingkat kepentingannya. 1- 3,
4-6, dan 7-10;
- Mulailah men-tackle (musim bola nih!) yang ranking pertama.

Prioritas atau first thing first menurut Covey.

7. METODE "ISTIRAHAT 1 MENIT"

Ini adalah resep 3x sehari. Lakukan setidaknya tiga kali sehari.
Lakukan 1 menit istirahat untuk sekedar "memperbaiki" pernafasan
Anda. Sungguh, kondisi stress pasti menyelewengkan proses normal cara
bernafas Anda.

Berdiri tegak, ambil nafas panjang dan dalam, gunakan pernafasan
perut. Lakukan hitungan enam detik. Enam detik menarik, enam detik
menahan dan enam detik mengeluarkan. Jika Anda tidak bisa enam detik,
kayaknya Anda harus ke dokter untuk memeriksakannya. Stress Anda
sudah melewati ambang batas. Lakukan aktivitas ini dalam lima siklus.

Kita mungkin sering lupa melakukannya, tapi percayalah, apapun akan
bisa Anda lakukan dengan lebih efisien di menit berikutnya.

8. METODE MENGHADAPI "BLAME GAME"

Di zaman ini, "blame game" sudah menjadi tren tersendiri.

"Kamu ini gimana sih!"
"Cewek itu bikin darah Gua mendidih!"
"Ngobrol ama Dia bikin pening sampe ke ubun-ubun!"
"Rusak dah hari Gua!"
"Ini kantor bikin sumpek!"

Perhatikanlah bahwa jika Anda melakukannya, Anda telah menyumbang
’sesuatu’ di sana. Yaitu, Anda telah memicu dan mendongkrak stress
Anda sendiri. Orang lain tidak akan bisa membuat Anda stress tanpa
bantuan Anda. Jika tidak berhati-hati, Anda malah meng-empower-nya.

9. METODE "UJI EKSPEKTASI"

Otak Anda mungkin menjerit, "Cepetan dong! Lambreta nih!" Uji lagi
ekspektasi Anda.

- Apakah ‘to do list’ Anda memang do-able?
- Apakah semua itu memang aturable?
- Apakah itu realistis?

Cobalah Anda tengok daftar ‘done’ Anda lagi. Dengan hanya mundur
selangkah dan melihat apa yang telah Anda capai,
lakukan atau selesaikan, Anda akan segera tahu bahwa Anda sebenarnya
mengalami kemajuan.
Selangkah mundur, adalah break Anda yang membantu agar Anda sendiri
tidak mengalami ‘break’.

10. METODE POMPA

Berilah makanan untuk batin Anda. Suplailah jiwa Anda. Taklukkan otak
dan perasaan Anda dengan kekayaan jiwa.

Saat Anda bangun, ungkapkan pernyataan yang meng-afirmasi diri sendiri.

"Saya siap!"
"Saya bisa!"
"Sebab Saya sudah berdoa, Shalat Dhuha dan membaca Basmallah."
"Maka: Insya Allah!"

Catatan :
Di sinilah bedanya ilmu barat yang sekuler dan humanis, dari ilmu
ketimuran yang penuh dengan nilai religi. Mereka sering meletakkan
nilai-nilai tinggi di tempat rendah, hanya karena persoalan sekuler,
ilmiah dan humanis. Saran Saya, jadikan tips nomor 10 ini sebagai
tips yang pertama, karena begitulah yang seharusnya. BTW, Saya
sering utak-atik yang beginian dalam buku Saya "Berpikir Diagonal" –
yang sampai saat ini baru BAB III dan entah kapan selesainya.)

Ingatlah bahwa satu harian ini, dari pagi sampai matahari tenggelam
nanti, Anda akan dibombardir dengan berbagai ‘pesan’ positif dan
negatif. Oleh sebab itu, setup-lah filter Anda, dan pilihlah pesan
mana yang ingin Anda olah dan menjadi bagian dari hidup Anda.

Latihan dasar berkomunikasi secara internal ini, menentukan bagaimana
Anda berkomunikasi secara eksternal
 

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://yyuana.blogsome.com/2006/06/13/kumpulan-nasehat/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.