June 27, 2006

Ketika Harus Bertahan

Diposting oleh http://akmal.multiply.com

====================================================== assalaamu’alaikum wr. wb.

Ada saat-saat dalam hidup di mana kita merasa benar-benar kepayahan. Menghadapi serbuan permasalahan yang amat berat, cercaan dari banyak orang, tuntutan ini-itu, kewajiban begini-begitu, deadline yang memaksa, dan kesendirian yang begitu mencekam dan begitu membuat putus asa. Tapi putus asa bukanlah sebuah pilihan. Ketika saat itu tiba, kita harus menguatkan diri dan memberikan perlawanan sekuat mungkin.

Lengan baju disingsingkan, napas ditarik dalam-dalam, tangan dikepalkan, kaki melangkah mantap dan geraham pun mengatup. Ada saatnya ketika kita tidak memiliki pilihan apa pun selain menghadapi masalah apa adanya. Tidak ada yang bisa diperbuat kecuali maju dan menghadang apa pun yang datang. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Tanpa intimidasi rasa takut, tak akan ada keberanian, bukan?

Sebagai Muslim, ada beberapa hal yang harus diingat ketika menghadapi saat-saat semacam ini. Sederhana dan mudah diingat, mungkin. Tapi dalam saat-saat genting, bisakah akal kita mengingatnya? Sebuah pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban, namun menuntut pembuktian.

1. Allah Maha Berkehendak. Kehendak Allah tidak bisa begitu saja kita tafsirkan menurut kesenangan pribadi dan kecenderungan hawa nafsu kita pada hal-hal yang memuaskan diri. Kesenangan bukan berarti kebaikan, dan kesusahan bukan berarti kutukan. Bencana alam tidak mesti berarti azab. Allah-lah Yang Maha Tahu apa kehendak-Nya. Kita hanya perlu memberikan ‘respon’ yang baik terhadap apa pun yang Allah berikan pada kita. Senang dan susah, semuanya bisa menjadi fitnah, jika kita tidak menyikapinya dengan baik. 2. Allah hanya menguji mereka yang disayangi-Nya. Jika kita menerima cobaan, sadarlah bahwa itu artinya Allah benar-benar menyayangi kita dan menghendaki kita agar ‘naik level’. Tentu tidak ada orang yang bisa naik level tanpa mengatasi kesulitan lebih dahulu. Jika Allah terus membiarkan kita hidup tanpa kesulitan, maka kita justru harus khawatir, jangan-jangan Allah tidak menganggap kita layak untuk naik level. 3. Apa pun itu, Allah punya solusinya! Otak manusia memang cukup ampuh untuk menyelesaikan berbagai masalah, tapi jangan kebablasan hingga mendewakannya. Jika Anda tidak mampu menemukan solusinya, yakinlah bahwa segala masalah – sepelik apa pun – bisa selesai dalam hitungan detik jika Allah menghendakinya. Coba ingat-ingat lagi, bukankah Allah sering menyelamatkan kita dengan cara yang tak terduga di detik-detik terakhir? Bukankah waktu itu akal kita sudah angkat tangan? Bukankah solusinya memang tidak terpikirkan sebelumnya? 4. Rabb yang Anda imani sepenuh hati itu tidaklah jauh. Tidak perlu berteriak kencang-kencang, tidak perlu menggunakan sound system supercanggih, tidak perlu pergi melanglang buana ke langit ketujuh. Allah dekat, Maha Melihat dan Maha Mendengar. Jika engkau berbisik, maka Dia pasti mendengarnya. Jika engkau sembunyi, pastilah Dia mengetahuinya. Sampaikanlah apa yang ingin engkau sampaikan pada-Nya. Pesan Anda pasti akan sampai dengan selamat. Percayalah. 5. Allah tidak zalim dan tidak pernah melakukan kesalahan perhitungan. Allah hanya memberi cobaan pada orang yang sanggup mengatasinya. Percayalah pada akurasi perhitungan Allah. Jika kita ditimpa kesulitan, maka itu artinya kita pasti mampu mengatasinya. Perhitungan Allah tidak akan meleset. 6. Gagal bukan kiamat. Ketika segalanya telah terlanjur, bukan berarti segalanya telah berakhir. Kita bisa belajar banyak dari kegagalan. Atau jangan-jangan, Allah memang sengaja membuat usaha kita gagal lantaran kita terlalu sering berhasil, khawatir kita akan terjerumus dalam kesombongan. Bukankah gagal sekali saja lebih baik daripada sombong seumur hidup? 7. Sadarilah bahwa kita tidak pernah tahu apa yang terbaik untuk diri kita sendiri. Terlalu banyak variabel dalam hidup ini yang belum kita perhitungkan. Keputusan Allah mungkin terasa pahit sekarang, tapi biarlah waktu yang akan membuktikan bahwa pilihan Allah memang yang terbaik buat kita. Jika kita sampai pada waktunya, pastilah semua ini akan terbukti.

Semoga kita semua terhindar dari sifat putus asa. Sungguh, Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sungguh indah hidup seorang Muslim; jika diberi rahmat ia bersyukur, jika diberi cobaan ia bersabar. Sungguh tiada yang pantas dipuji selain Allah semata.

wassalaamu’alaikum wr. wb.

June 14, 2006

…..breaking advice…….

…….Kita telah mencegah diri kita sendiri dari sikap menghargai orang lain dan mencari keakraban dengan mereka. Kita melihat mereka tidak sebagai wakil-wakil Tuhan kita yang tercinta di muka bumi ini, tapi sebagai ancaman-ancaman bagi diri kita sendiri. Dan merekapun, sebagai gantinya, melihat kita sebagai orang-orang yang berbahaya, dan menarik keakraban mereka dari diri kita. Karena itulah, sikap liar dan buas tengah berjangkit dan tumbuh secara cepat pada manusia, dan dari sifat liar inilah muncul kebekuan, kebencian dan kedengkian di antara manusia.

Ego dan nafsu rendah kita telah membangun dinding-dinding di sekeliling kita. Dinding dan tembok Ego yang tak dapat ditembus. Hancurkanlah lebih dahulu tembok-tembok Ego kalian itu, agar kalian mampu menghargai orang lain dan mendekati mereka. Setelah kalian mampu mengahancurkan dinding Ego itu, maka kalian akan menemukan bahwa perasaan-perasaan yang tulus mulai mengalir dari kalbu kalian, dan kemudian sebagian besar orang akan mulai menunjukkan sikap yang lebih baik terhadap diri kalian.

Tetapi, jika kalian suka bertengkar dan terkuasai oleh ego rendah kalian yang buruk dan serakah, maka tak seorang pun mampu mendekatimu dan kalian pun tak mampu mendekati seorang pun kecuali dengan kekerasan. Ini adalah sesuatu yang bersifat timbal balik. Jadi, hal pertama yang harus diperbaiki adalah dirimu sendiri, untuk mengendalikan ego/nafsu rendahmu, agar diri kalian mampu untuk meberikan keakraban yang tulus pada semua orang.

Jika kalian ingin menyelamatkan diri kalian secara fisik dan spiritual dan selamanya, maka ikutilah langkah para Awliya. Kita begitu lemah untuk mengikuti langkah para Nabi dan Rasul, karena dibutuhkan Iman yang kuat sehingga kalian bisa berpijak di jalur yang benar dengan mantap. Jika kalian tidak mempunyai ‘qadama sidqin’, kalian belum memiliki langkah yang benar, kalian tidak dapat melangkah di jalan yang benar, tidak bisa.

Jalan yang benar menuntut langkah yang benar. Langkah yang benar dilakukan oleh kaki yang benar. Kaki yang benar adalah milik hati yang benar, jika hati kalian tidak benar, dia tidak bisa memerintahkan kaki kalian untuk berpijak dengan benar. Oleh sebab itu perhatikanlah-seseorang yang mempunyai langkah yang benar, ikutilah mereka. Siapa pun dia, kalian boleh mengikutinya. Jika tidak, maka kalian akan mengikuti langkah Setan dan siapa pun yang mengikuti Setan, dia akhirnya akan sampai ke Neraka.

June 13, 2006

Berhentilah Jadi Gelas

Berhentilah Jadi Gelas

Posted by Herry @ 02:00 | Renungan, Cerpen

Danau

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.

“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?” sang Guru bertanya.

“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,” jawab sang murid muda.

Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.”

Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata Sang Guru. “Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.”

Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.

“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.

“Asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.

Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.

“Sekarang kau ikut aku.” Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.”

Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.

“Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.

Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, “Bagaimana rasanya?”

“Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.

“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”

“Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

“Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. “Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.”

Si murid terdiam, mendengarkan.

“Tapi Nak, rasa ‘asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya qalbu yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau.”

: : : : : : :

“Berkata (Musa), “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku,” (25)
“Dan mudahkanlah untukku urusanku.” (26).

[Q.S. 20 : 25 - 26]

“Tidaklah Allah membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya.” [Q.S. 2 : 286]

Kumpulan NASEHAT

Tadi pagi sesampai di kantor, seorang temanku nanya " yuna aku pingin mengutip tulisan yang pernah kamu pajang di mejamu beberap tahun yang lalu?", aku baru menyadari kalau aku punya tulisan/nasehat yang sangat bagus yang aku dapat dari seorang teman …tapi karena dokumentasiku yang amburadul…aku lupa menyimpannya dimana…tapi aku ingat, emang tulisan tersebut sangat bagus…Nah mulai sekarang aku khan udah punya tempat curhat (" thanks blogsome"), jadi sekarang aku akan posting ke blogsomeku aze…..

Nich ada yang baru lho——–>

============================================================================

Bicara Internal Untuk Mengurangi Stress

Terjemahan bebas dari materi oleh:
Suzanne Zoglio, Ph.D.
Motivational Speaker

Zaman ini adalah zaman edan. Zaman yang penuh kegilaan. Zaman yang penuh
kejutan.
Tak terduga, menyentak jiwa, dan menyakitkan tentu saja. Zaman ini
adalah zaman di mana orang mengalami stress.
Mengalami tekanan jiwa yang tak pernah diduga sebelumnya. Tak
terbayangkan akan menimpa diri kita.
Dan biasanya kita akan bertanya "Kok Saya?"

Bagaimana memanfaatkan kemampuan dasar kita dalam berkomunikasi untuk
membantu keadaan ini?

Berbicara, tidak dilakukan dengan hanya membuka mulut dan bersuara.
Sebab, itu berbicara untuk didengar orang lain. Pernahkah kita
berbicara pada diri sendiri? Jika kita sudah jarang melakukannya,
maka latihlah lagi kemampuan dasar ini agar kita selamat dari prahara
dan anarki. Bicaralah pada diri sendiri. Inilah kekuatan dasar Anda
yang akan sangat menentukan kualitas eksternal Anda. Berkomunikasilah
secara internal.

Dan tentu saja, ini ada ilmu dan tekniknya. Ada tips dan triknya juga.

1. METODE JIKA

Coba lakukan ini suatu hari. Setidaknya hanya untuk hari itu saja.
Ubahlah "pernyataan pembatasan" Anda, menjadi "pernyataan strategi".

"Saya nggak bakal dapat promosi."

Ubah batasan itu menjadi:

"Saya bisa dapat promosi suatu hari, JIKA Saya bisa berprestasi dan
menonjol di suatu sisi."

2. METODE BERTANYA

Belajarlah untuk mengalihrupakan setiap keluhan (Anda dan orang di
sekitar Anda) menjadi suatu pertanyaan.
Keluhan adalah tanda kekalahan. Pertanyaan di sisi yang lain, adalah
tuntutan untuk suatu jawaban.
Dan jawaban itu, bermuara pada solusi.

"Setiap orang jelek sekali moodnya hari ini!"

Ubah kekalahan itu menjadi:

"Apa yang bisa Saya lakukan untuk menceriakan suasana?"

3. METODE BAHASA

Waspadai bahasa Anda. Seperti dua contoh di atas, bahasa dan bicara
adalah sesuatu yang teramat penting untuk dijaga. Bicara baik atau
diam. Mulutmu harimaumu. Dan sebagainya. Anda mungkin bisa mengatakan
ini:

"Dasar idiot! Kamu selalu saja melakukannya!"

Berhentilah seketika, saat Anda mulai melukai orang lain secara pribadi.

Ubah serangan itu menjadi:

"Ya sudahlah. Dalam situasi ini, kamu sudah mencoba sebisanya."

Jika Anda masih belum puas dan merasa masih ingin "membahasnya", lakukan
dengan cara yang sama.
Ganti setiap serangan dengan pertanyaan yang sehat dan permakluman.

4. METODE "MENGAPA TIDAK?"

Kondisi mood dan "cuaca" hati seringkali membuat kita menjadi malas.
Dan Anda, mulai merasa "harus" melakukan sesuatu. Ubahlah keharusan
itu menjadi keinginan. Menjadi pilihan dan keikhlasan. Jika Anda
mulai mempertimbangkan opsi dan pilihan, dari pada bereaksi mengikuti
bad mood, Anda akan mulai menemukan jalan.

Selalulah bertanya:

"Mengapa tidak?"
"Apa salahnya Saya melakukan itu?"
"Apa ruginya?"
"Emang bisa ngelukain Saya?"

5. METODE PENGUJIAN "YA!"

Jika Anda menemukan diri Anda berpikir:

"Saya sebenarnya nggak mau, tapi Saya benar-benar harus melakukannya."

Tolong pikirkan ulang sekali lagi, dan jangan jadikan "ya" sebagai
kebiasaan yang otomatis. Anda harus melakukannya dengan penh
kesadaran. Bertanyalah sekali lagi sebelum melangkah lebih lanjut:

"Apa permintaan itu memang tepat?"
"Apakah Saya memang orangnya?"
"Apakah Saya bisa menegosiasi deadlinenya?"

Jika Anda tetap bisa menjawab "ya", maka silahkan teruskan. Jika tidak,
tolak saja.

6. METODE "RENCANA 1 MENIT"

Ada saatnya di mana Anda merasa seperti pembalap F-1 di sirkuit.
Bedanya, hari itu Anda sedang memacu hidup Anda sendiri. Waspadalah,
sebab jika tidak, Andalah yang akan mematahkan batang leher sendiri.

Jika Anda merasa sedang berperilaku demikian, beri waktu sekitar 1
menit untuk menyusun rencana. Dalam 1 menit itu, inilah yang perlu Anda
lakukan:

- Tulis 10 hal yang harus Anda lakukan, capai atau selesaikan hari itu;
- Bagi dalam tiga blok besar sesuai dengan tingkat kepentingannya. 1- 3,
4-6, dan 7-10;
- Mulailah men-tackle (musim bola nih!) yang ranking pertama.

Prioritas atau first thing first menurut Covey.

7. METODE "ISTIRAHAT 1 MENIT"

Ini adalah resep 3x sehari. Lakukan setidaknya tiga kali sehari.
Lakukan 1 menit istirahat untuk sekedar "memperbaiki" pernafasan
Anda. Sungguh, kondisi stress pasti menyelewengkan proses normal cara
bernafas Anda.

Berdiri tegak, ambil nafas panjang dan dalam, gunakan pernafasan
perut. Lakukan hitungan enam detik. Enam detik menarik, enam detik
menahan dan enam detik mengeluarkan. Jika Anda tidak bisa enam detik,
kayaknya Anda harus ke dokter untuk memeriksakannya. Stress Anda
sudah melewati ambang batas. Lakukan aktivitas ini dalam lima siklus.

Kita mungkin sering lupa melakukannya, tapi percayalah, apapun akan
bisa Anda lakukan dengan lebih efisien di menit berikutnya.

8. METODE MENGHADAPI "BLAME GAME"

Di zaman ini, "blame game" sudah menjadi tren tersendiri.

"Kamu ini gimana sih!"
"Cewek itu bikin darah Gua mendidih!"
"Ngobrol ama Dia bikin pening sampe ke ubun-ubun!"
"Rusak dah hari Gua!"
"Ini kantor bikin sumpek!"

Perhatikanlah bahwa jika Anda melakukannya, Anda telah menyumbang
’sesuatu’ di sana. Yaitu, Anda telah memicu dan mendongkrak stress
Anda sendiri. Orang lain tidak akan bisa membuat Anda stress tanpa
bantuan Anda. Jika tidak berhati-hati, Anda malah meng-empower-nya.

9. METODE "UJI EKSPEKTASI"

Otak Anda mungkin menjerit, "Cepetan dong! Lambreta nih!" Uji lagi
ekspektasi Anda.

- Apakah ‘to do list’ Anda memang do-able?
- Apakah semua itu memang aturable?
- Apakah itu realistis?

Cobalah Anda tengok daftar ‘done’ Anda lagi. Dengan hanya mundur
selangkah dan melihat apa yang telah Anda capai,
lakukan atau selesaikan, Anda akan segera tahu bahwa Anda sebenarnya
mengalami kemajuan.
Selangkah mundur, adalah break Anda yang membantu agar Anda sendiri
tidak mengalami ‘break’.

10. METODE POMPA

Berilah makanan untuk batin Anda. Suplailah jiwa Anda. Taklukkan otak
dan perasaan Anda dengan kekayaan jiwa.

Saat Anda bangun, ungkapkan pernyataan yang meng-afirmasi diri sendiri.

"Saya siap!"
"Saya bisa!"
"Sebab Saya sudah berdoa, Shalat Dhuha dan membaca Basmallah."
"Maka: Insya Allah!"

Catatan :
Di sinilah bedanya ilmu barat yang sekuler dan humanis, dari ilmu
ketimuran yang penuh dengan nilai religi. Mereka sering meletakkan
nilai-nilai tinggi di tempat rendah, hanya karena persoalan sekuler,
ilmiah dan humanis. Saran Saya, jadikan tips nomor 10 ini sebagai
tips yang pertama, karena begitulah yang seharusnya. BTW, Saya
sering utak-atik yang beginian dalam buku Saya "Berpikir Diagonal" –
yang sampai saat ini baru BAB III dan entah kapan selesainya.)

Ingatlah bahwa satu harian ini, dari pagi sampai matahari tenggelam
nanti, Anda akan dibombardir dengan berbagai ‘pesan’ positif dan
negatif. Oleh sebab itu, setup-lah filter Anda, dan pilihlah pesan
mana yang ingin Anda olah dan menjadi bagian dari hidup Anda.

Latihan dasar berkomunikasi secara internal ini, menentukan bagaimana
Anda berkomunikasi secara eksternal
 

June 9, 2006

Ego Senang untuk Bicara, Jadilah Seorang Pendengar

Ego Senang untuk Bicara, Jadilah Seorang Pendengar
Maulana Syaikh Muhammad Nazhim Adil al-Haqqani
Mercy Oceans (Book Two)
Dari www.mevlanasufi.blogspot.com


BismillahhirRohman nirRohim

Dengan “bismillah” kita bisa mulai. Tanpa “bismillah” tidak ada kekuatan Ilahi yang bisa membantu hamba-hamba-Nya. Grandsyaikh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani berbicara mengenai sebuah perilaku yang baik bagi setiap orang, beliau mengatakan bahwa kita
adalah ummat manusia. Suatu ketika seorang yang terpandang datang berkunjung, dalam hatinya dia merasa bahwa dia adalah sesuatu. Kita harus menggunakan bahasa yang lain untuk berbicara kepadanya daripada berbicara kepada orang yang berkata, “Saya bukan
apa-apa.” Grandsyaikh berkata kepadanya, “Bicaralah kepada kami, atau izinkan kami untuk berbicara.” Dia menjawab, “Anda boleh bicara, saya mendengarkan.”

Apakah kalian pikir menjadi seorang pendengar itu adalah sesuatu yang mudah? Benar atau salah. Setiap orang bisa berbicara, karena itu adalah suatu kesenangan bagi dirinya. Ego senang untuk berbicara dan menonjolkan dirinya, tetapi seorang pendengar
harus bersifat rendah hati. Grandsyaikh membalas kepada orang itu, “Wahai saudaraku, orang yang mau mendengar adalah orang yang tidak sombong.”

Seorang pendengar selalu mendapatkan sesuatu. Seorang pembicara terlebih dahulu harus menjadi pendengar, kalau tidak maka kata-katanya akan menjadi racun dan membawa penyakit bagi yang mendengarkan. Dalam setiap agama dan kepercayaan, hal pertama yang diberikan kepada para pengikutnya adalah, “dimohon untuk tenang dan diam.” Jika seseorang tidak bisa memandang orang lain lebih tinggi darinya, dia tidak bisa menjadi
seorang pendengar dan dengan demikian dia tidak bersifat rendah hati. Allah bisa memberi hikmah kepada siapa saja, jika kalian mendengarkan, kita bisa mendapatkannya dari orang itu.

Menjadi seorang pendengar adalah karakteristik utama yang dimiliki seorang Rasul, karena mereka semua mendengarkan malaikat Jibril as. Pendengar adalah pembeli sedangkan pembicara adalah penjual. Pembeli adalah orang yang mendapat sesuatu. Sebuah perilaku yang baik bagi semua Rasul dan Awliya serta para ulama adalah memiliki paling sedikit satu orang yang bisa didengarkan.

Jika seseorang tidak menerima bahwa orang lain lebih tinggi darinya, berarti dia mempunyai level yang sama dengan Setan, yang berkata, “Di alam semesta ini tidak
ada yang lebih tinggi dariku.” Seorang anak kecil yang duduk di bangkunya di sekolah bersama seorang anak di depannya berpura-pura mengendarai kereta kuda yang
membawa mereka pergi ke Aleppo. Anak yang di depan bertindak sebagai kuda yang dikekang, dan seperti inilah orang-orang yang tidak mau mendengar, mengalami
kemajuan. Bihurmati habib, Fatihah

Wa min Allah at Tawfiq

6 Persoalan Hidup ( Al-Ghazali)

Pertama : Yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini adalah MATI, sebab itu sudah janji ALLAH SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (MAksud ayat 185, Surah Ali Imran).

Kedua : Yang paling jauh dari diri kita di dunia ini adalah MASA LALU, Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari2 yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Ketiga : Yang paling besar di dunia ini adalah NAFSU (Surat Al A’Raf, ayat 179),Maka kita harus hati2 dengan nafsu kita, jangan samapi nafsu membawa kita ke neraka. 

Keempat : Yang paling Advise di dunia ini adalah MEMEGANG AMANAH ( Surat Al Ahzab, ayat 72), Tumbuh2an, binatang, gunung dan semua tidak mampu ketika ALLAH SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dri manusia masuk ke neraka karena ia tidak mampu memegang amanahnya.

Kelima : Yang paling Ringan di dunia ini adalah meninggalkan SHOLAT, gara2 pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara2 meeting kita tinggalkan sholat.

Keenam : Yang paling tajam di dunia ini adalah LIDAH MANUSIA, karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Themes

Kenapa aku pilih ‘themes’ yang ada gunung berapi…karena saat gunung merapi dekat2 mau meletus nich….Sebagai ungkapan rasa perduli terhadap wong yogya ceritanya…..

June 8, 2006

Hello world!

Welcome to yyuana at Blogsome. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

An email has been sent to you giving you details how to login to the administration section. From there you can change the design by clicking on the tab MANAGE and then click on the tab THEMES. If you have any questions ask them in the forum. We are only too willing to help.

Member baru..

Aku baru aza ngedaftar di blogsome, tahu nggak gara2 nya kenapa?…(ya jelas ngga’ tahu….xi..xi)…Begini nich ceritanya….Sebelum ngebaca…(Jangan lupa besok pertandingan Jerman lawan Costa Rika lho)… Semula aku suka nulis di MP,nggak banyak juga sich, ya sekali2…Tadi seminggu ini site MP di blocked ama admin di kantorku…Busyeetttttt….Jadi deh nggak bisa posting dan nge-upload foto2….Aku akalin pake "Anonymous Surfing" ya cari2 di google…dapat juga namanya : http://www.shysurfer.com/…eh baru sehari make…besoknya udah di blocked juga….jambul2……dodol tenan….Terus temanku make http-tunnel, tapi ini pake nginstal software segala….Udah jalan, eh…eh…bandwidthnya dibatasi….dodol kedua kalinya nich…..

Tapi semua kejadian ada hikmahnya…ce’ile…sok bijaksana ni ye…Kalau nggak di blocked nggak akan pernah jadi member blogsome donk….bukan begitu?